Sekejam-kejamnya Ibu Tiri lebih kejam Ibu Kota


Suara knalpot, polusi udara yang kian pekat semakin menambah kejamnya ibukota Jakarta. Populasi kendaraan bermotor yang tiap tahun selalu meningkat pesat tidak diimbangi dengan pembangunan jalan raya. Semakin banyak orang yang ingin mencari nafkah dan memperbaiki nasib mereka dengan datang dan mencari pekerjaan di ibukota. Bukan salah mereka, bukan juga salah Ibukota, tapi salah kita. Iya kita yang seharusnya bisa berpikir lebih maju dengan pendidikan yang kita miliki, bahwa lapangan pekerjaan tidak hanya tersedia di ibukota melainkan di dalam diri kita. Namun pemikiran orang awam walaupun mereka berpendidikan kadang salah, mereka terlalu menganggap bahwa ibukota merupakan surganya uang, surganya pekerjaan. Tapi kita lihat sekarang, banyak sekali para pendatang yang notabene hanya orang desa menjadi gelandangan di ibukota. Hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelum mereka tahu bahwa ibukota itu lebih kejam daripada ibu tiri.
Dan sekarang tinggalkanlah permasalahan itu, kita rakyat kecil dan saya hanya seorang mahasiswa yang mungkin belum bisa berguna bagi siapapun memang tak pantas ikut campur dengan masalah seperti itu. Biarkan mereka yang besar dan berkuasa yang seharusnya bisa menata kembali kehidupan di Indonesia ini. Jiwa-jiwa muda yang diharapkan bisa mengubah dunia seperti yang dikatakan oleh bung Karno seakan menjadi angin lalu. Mungkin kalo Bung Karno bung karno palsu cuma bisa ngomong "berikan aku 10 pemuda, maka akan ku jadikan boyband terkenal" yeah Indonesia dengan seribu satu permasalahannya.

Penulis : Ridho Akhya ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Sekejam-kejamnya Ibu Tiri lebih kejam Ibu Kota ini dipublish oleh Ridho Akhya pada hari Kamis, 22 Mei 2014. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Sekejam-kejamnya Ibu Tiri lebih kejam Ibu Kota
 

0 komentar:

Posting Komentar